Reses di Moutong, Warga Keluhkan Tanggul Jebol hingga Distribusi Gas dan Seragam Sekolah Kepada Arifin Dg Palalo

PARIMO, Sulawesi Tengah Sejumlah persoalan mencuat dalam kegiatan reses yang digelar di Kantor Desa Olonggata, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong.

Warga dari beberapa desa menyampaikan keluhan terkait infrastruktur, bantuan sosial, hingga kebutuhan dasar.

Salah satu persoalan yang paling disoroti adalah jebolnya tanggul sepanjang sekitar 200 meter di Desa Salepae.

Kepala Desa Salepae mengungkapkan, kondisi tersebut menyebabkan air Sungai Moutong meluap langsung ke permukiman warga, terutama saat banjir bersamaan dengan hujan deras.

Dia mengaku khawatir jika kondisi ini tidak segera ditangani, air dapat terus masuk hingga ke dalam rumah warga.

Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan memperbaiki tanggul yang berada di perbatasan Desa Moutong Utara dan Desa Salepae tersebut.

Selain itu, para wali murid di Desa Olonggata juga menyampaikan keluhan terkait pembagian seragam sekolah yang dinilai belum merata.

Mereka menyebutkan, bantuan seragam baru hanya diterima oleh siswa baru, sementara siswa kelas 2 hingga kelas 6 belum mendapatkan pembagian.

Warga berharap adanya pemerataan distribusi agar seluruh siswa dapat merasakan bantuan yang sama.

Keluhan lain datang dari masyarakat Desa Moutong Utara yang menyoroti kondisi jalan yang rusak.

Warga menginginkan agar pada tahun 2026, jalan tersebut segera diaspal karena debu dari jalan yang rusak kerap masuk hingga ke dalam rumah.

Mereka juga berharap kualitas pengerjaan jalan dapat diperhatikan agar tidak cepat rusak.

Di sektor perikanan, nelayan di Desa Olonggata mengaku belum mendapatkan bantuan memadai dari pemerintah daerah, baik berupa perahu, mesin katinting, maupun alat tangkap. Kondisi ini dinilai menyulitkan mereka dalam mencari ikan.

Para nelayan berharap pemerintah daerah lebih serius memperhatikan kebutuhan masyarakat pesisir.

Sementara itu, warga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram di Desa Olonggata. Keterbatasan agen disebut menjadi penyebab utama kelangkaan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menambah agen resmi agar distribusi gas bersubsidi lebih merata dan mudah diakses.

Berbagai aspirasi tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui program dan kebijakan yang tepat sasaran. (**)

Wartawan : Sumardin (Pde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *