Banjir Terjang Moutong, Ratusan Rumah Terendam Akibat Tanggul Jebol

MOUTONG, Sulawesi Tengah Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu pegunungan, Kamis (19/3/2026).

Luapan Sungai Moutong yang tak terbendung, diperparah jebolnya tanggul di Dusun III Desa Lobu, menyebabkan ratusan rumah warga terendam.

Peristiwa yang berlangsung sejak pukul 12.30 WITA hingga sore hari itu merendam permukiman di Dusun II, III, dan IV Desa Lobu serta Dusun I hingga IV Desa Moutong Utara.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 75 sentimeter atau setinggi paha orang dewasa di sejumlah titik, sementara di wilayah lain berkisar 50 sentimeter.

Data sementara mencatat sekitar 50 rumah di Desa Lobu dan 70 rumah di Desa Moutong Utara terdampak banjir. Selain merendam rumah warga, genangan air juga menutup ruas jalan desa sehingga aktivitas masyarakat sempat lumpuh.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kapolsek Moutong AKP Felix Alfons Saudale mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi bersama personel dan aparat desa untuk melakukan penanganan darurat.

Upaya yang dilakukan antara lain meninjau titik tanggul yang jebol serta berkoordinasi mendatangkan alat berat guna menutup aliran air.

Menurut dia, banjir dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu yang menyebabkan debit Sungai Moutong meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga.

“Kami bergerak cepat melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendatangkan alat berat sebagai langkah darurat agar dampak banjir tidak semakin meluas,” ujar Felix.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah hulu masih tinggi.

Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta segera mengamankan barang berharga serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga jika sewaktu-waktu terjadi luapan air kembali.

Di sisi lain, aparat Bhabinkamtibmas terus dikerahkan untuk mendata kerugian warga sekaligus memberikan edukasi kebencanaan. Penanganan jangka panjang, seperti perbaikan tanggul dan normalisasi sungai, dinilai menjadi langkah penting guna mencegah banjir berulang.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa ancaman banjir di wilayah Moutong masih nyata, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk meminimalkan dampak bencana di masa mendatang.(**)

Editor : Sumardin (Pde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *