Seni, Touna  

Demi Organisasi Wartawan, Sosok Ketua PJS Tempuh Perjalanan Panjang ke Sulawesi Tengah

Oleh: Darma, Anggota PJS Tojo Una-una  Catatan ringan biro hariansulawesi

Harian Sulawesi | Tidak ada kata lelah, apalagi menyerah, bagi seseorang yang telah memutuskan mengabdikan hidupnya untuk dunia jurnalistik dan organisasi yang dicintainya.

Begitulah sosok Mahmud Marhaba, Putra kelahiran Gorontalo yang kini dikenal sebagai Ketua Umum Pro Jurnalismedia Siber (PJS).

Ia menempuh perjalanan panjang melintasi daratan Sulawesi Tengah, membawa semangat, komitmen, dan cita-cita besar untuk memperkuat organisasi wartawan di seluruh pelosok negeri.

Perjalanan itu dimulai dari Kota Palu, menuju Tojo Una-una, Banggai, hingga Banggai Kepulauan.

Dalam sepekan penuh, Mahmud Marhaba memimpin langsung serangkaian kegiatan penting: pengukuhan dan peresmian Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PJS, sekaligus menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) pertama di tiga kabupaten tersebut. Semua berlangsung lancar, tertib, dan sukses.

Riuh kabar gembira tentang kehadiran Ketua Umum PJS itu bahkan terasa dalam jaringan komunikasi para anggota di grup WhatsApp PJS Tojo Una-una.

Di sana, semangat kebersamaan dan rasa bangga mengalir deras, menggambarkan betapa berarti momen itu bagi pengurus dan anggota di daerah.

Dalam gelaran Seminar dan Muscab I DPC PJS Tojo Una-una, yang berlangsung di Marina Cottage, Ampana, pada 1 Oktober 2025, Mahmud Marhaba menyampaikan kesan mendalamnya.

“Ini kunjungan pertama saya ke Tojo Una-una,” tuturnya, dengan nada kagum.

“Saya terpukau oleh keindahan panorama alamnya. Potensi sumber daya alam Tojo Una-una sangat luar biasa, mulai dari sektor pertanian hingga pariwisata. Semua itu bisa menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Mahmud yang juga merupakan Ahli Pers di Dewan Pers.

Ia lalu bercerita tentang perjalanannya dari Palu menuju Tojo Una-una, menempuh rute panjang melintasi dua kabupaten: Parigi Moutong dan Poso.

“Melintas Parigi Moutong, saya menyaksikan hamparan luas lahan pertanian dan perkebunan sejauh mata memandang. Daerah ini benar-benar menunjukkan kemajuan yang nyata, bahkan dikenal sebagai penghasil durian unggulan yang kini menembus pasar mancanegara,” ungkapnya.

Sementara Kabupaten Poso, lanjutnya, meninggalkan kesan yang tak kalah mendalam.

“Infrastruktur di sana tertata baik, suasananya damai, masyarakatnya ramah. Semua itu menggambarkan pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial yang stabil di Bumi Sintuwu Maroso,” kata Mahmud.

Bagi Mahmud Marhaba, perjalanan ini bukan sekadar agenda organisasi. Ia adalah perjalanan batin, catatan pengalaman yang mengajarkan arti komitmen dan konsistensi.

Dalam perjalanan itu, ia menyempatkan diri berhenti sejenak di perbatasan Poso–Parigi Moutong serta Poso–Tojo Una-una, mengabadikan momen dengan dokumentasi sederhana, sebagai kenangan bahwa langkahnya pernah menapaki bumi yang indah ini di tahun 2025.

“Akhirnya saya tiba di Ampana, Tojo Una-una, dengan penuh rasa syukur. Ini kunjungan pertama saya, dan saya datang bukan hanya membawa semangat organisasi, tapi juga membawa pesan bahwa PJS adalah rumah besar bagi para jurnalis yang ingin berjuang dengan idealisme dan kehormatan,” ujar Mahmud Marhaba menutup kisahnya.

Dari perjalanan panjang itu, satu hal tampak jelas: di balik langkah seorang pemimpin, selalu ada semangat yang menyalakan harapan bagi mereka yang ingin terus memperjuangkan marwah profesi jurnalis di seluruh penjuru negeri.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *