Keberangkatan Haji 2026 Difokuskan pada Keamanan dan Kenyamanan, Pembinaan Spiritual Tetap Ditekankan

TOUNA, Sulawesi Tengah Penyelenggaraan ibadah Haji tahun 1447 H/2026 M dipastikan siap dilaksanakan dengan fokus utama pada keamanan dan kenyamanan jemaah.

Operasional haji tahun ini dimulai pertengahan April 2026, ditandai dengan keberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026. Meski aspek teknis menjadi perhatian, nilai spiritual ibadah tetap menjadi penekanan utama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, Syahruddin, menegaskan bahwa ibadah haji harus tetap dijaga sebagai ritual yang sarat nilai keagamaan.

“Haji harus tetap dijaga sebagai ibadah yang sarat nilai spiritual. Karena itu, Kemenag akan terus berkontribusi dalam pembinaan umat, penguatan nilai ibadah, serta mendorong kemabruran,” ujarnya.

Menurut dia, meskipun penyelenggaraan haji kini berada di bawah kewenangan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, peran Kementerian Agama dalam pembinaan keagamaan tetap berjalan.

Sementara itu, Petugas Penyelenggara Haji Daerah (PHD) Tojo Una-Una, Sudirman SN, menyampaikan jumlah calon jemaah haji dari daerah tersebut sebanyak 57 orang, setelah satu orang batal berangkat karena alasan kesehatan.

Dirinya mengimbau para calon jemaah untuk mempersiapkan diri secara optimal, terutama dalam menjaga kondisi fisik dan memahami manasik haji.

“Kami harapkan calon jemaah fokus menjaga kesehatan dan menguasai manasik haji sebagai bekal pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah,” katanya.

Di sisi lain, ia juga berharap kehadiran kelembagaan haji di daerah dapat meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih profesional.

Sudirman SN

Secara nasional, perhatian terhadap penyelenggaraan haji juga datang dari DPR RI. Anggota Komisi VIII DPR RI, Surahman Hidayat, menekankan pentingnya transparansi dan kesiapan dalam pelaksanaan haji tahun ini.

Ia mengingatkan bahwa dinamika global, termasuk situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, perlu diantisipasi demi menjaga keamanan jemaah.

“Persiapan harus dilakukan secara antisipatif, transparan, dan berorientasi pada keamanan jemaah,” ujarnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan tidak hanya berjalan lancar secara teknis, tetapi juga mampu memberikan pengalaman ibadah yang khusyuk dan bermakna bagi seluruh jemaah. (**)

Editor : Sumardin (Pde)

Sumber : H. Sam Asiku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *