Ketua PHDI I Made Yastina sampaikan pesan saat pembukaan (f-ist)
Harian Sulawesi | Parimo – Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah melaksanakan acara pelatihan kerohanian yang di ikuti 100 peserta, Minggu (3/8/2025) bertempat di desa Kotaraya Kecamatan Mepanga.
Acara kemasan LPDG tingkat Kabupaten ini di buka oleh penyelenggara Hindu Parigi Moutong dihadiri oleh ketua PHDI Kabupaten I Made Yastina dan jajaran pengurusnya serta Ketua LPDG provinsi, Ketua LPDG Parigi Moutong.

Kepada media ini, Adnyana Wirawan melaporkan dari acara pembukaan pagi tadi menyebut bahwa acara kerohanian pelatihan umat hindu yang sedang berlangsung saat ini di ikuti 100 peserta berasal dari Kecamatan Mepanga, Ongka Malino, Bolano dan Bolano Lambunu.
“Selain Seni Sastra & Nyanyian Suci ada juga lomba-lomba palawakya sloka dan kekawin. Kegiatan ini dibiayai oleh bagian Kesra Pemda Parimo dengan harapan agar kedepannya Bupati H. Erwin bisa menambah anggaran untuk kegiatan ini” kata Adnyana sebagai Wakil Rakyat Dapil Tiga ini.
Untuk pencerahan kegiatan ini, dia menyebut bahwa LPDG adalah lembaga yang berperan dalam pelestarian, pembinaan, dan pengembangan Dharmagita, yaitu seni sastra dan nyanyian suci agama Hindu.
LPDG juga berperan dalam mempersiapkan Utsawa Dharma Gita (UDG), sebuah festival atau lomba nyanyian suci agama Hindu yang diselenggarakan di berbagai tingkatan, mulai dari desa/kelurahan hingga nasional.
Dharma Gita berfungsi sebagai salah satu unsur pelengkap yang dapat membuat sebuah Yadnya menjadi Satwika Yadnya. Dharmagita juga merupakan ungkapan rasa bhakti (sradha) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Sedangkan Utsawa Dharma Gita (UDG) adalah festival atau lomba nyanyian suci keagamaan Hindu karena telah lama berkembang di masyarakat melalui berbagai pesantian, baik yang ada di Bali maupun luar Bali.
“UDG bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama Hindu, serta melestarikan seni sastra dan budaya Bali” ujar politisi Golkar yang murah senyum ini.
LPDG kata Andyana bertugas untuk melestarikan, membina, dan mengembangkan Dharmagita, serta mempersiapkan peserta Utsawa Dharma Gita dengan tema yang biasanya mengandung makna mendalam terkait dengan nilai-nilai agama Hindu dan filosofi kehidupan.
Tujuannya tak lain untuk menumbuhkan karakter religius, cinta damai, dan toleransi antar umat beragama di kalangan generasi muda Hindu yang memiliki peran penting dalam mempersiapkan pesertanya, baik dari segi teknis lomba maupun penguatan pemahaman agama.
Sedangkan dampaknya sangat positif dalam pembentukan sikap mental, martabat, perilaku, dan pengetahuan spiritual umat Hindu.
“Secara keseluruhan, LPDG dan Dharmagita memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya dan pengembangan spiritualitas umat Hindu di Indonesia” pungkasnya.(**)
Wartawan : Sumardin (Pde)













