Harian Sulawesi|Donggala – Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,3 mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 49 kilometer Barat Laut Donggala di kedalaman 20 kilometer tidak berpotensi tsunami pukul 21.43 WIB, Sabtu 9 September 2023.
Trauma masyarakat akibat tsunami Palu pada tahun 2018 berangsur hilang dari dibenak, tapi saat guncangan yang terjadi pukul 21.43 WIB, Sabtu 9 September 2023 seakan mengingatkan kejadian beberapa tahun silam, meskipun kejadian ini tidak berpotensi tsunami, akan tetapi masyarakat panik berlarian keluar dari dalam rumah.
Pasca musibah tsunami 2028 saat melintasi daerah pesisir barat Donggala, banyak terpampang peringatan Jalur Evakuasi untuk mengarahkan masyarakat jika terjadi tsunami.
Mengutip Tempo.co “Hasil pemodelan tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis, dikutip dari Antara.
BMKG mencatat episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,02 derajat Lintang Utara; 119,77 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 49 kilometer barat laut Donggala, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 20 kilometer.
BMKG juga mengimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan. Namun jangan sampai panik berlebihan, karena hal seperti itu dapat memperburuk keadaan.
“Untuk sementara hindari bangunan retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan guncangan, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” ujar dia.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk meninjau langsung lokasi titik gempa di Kabupaten Donggala. (sam Asiku)













