Parimo  

Peran PKK & Ibu Rumah Tangga Menekan Angka Stunting Serta Gizi Buruk Sangat Dibutuhkan

Harian Sulawesi | Parimo – Pemerintah Kabupaten Parimo tidak henti-hentinya melakukan penekanan stunting dan gizi buruk hingga kewilayah terpencil dengan melibatkan tim penggerak PKK dan Ibu rumah tangga.

Melalui kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi serta Edukasi Keamanan Pangan sekaligus kegiatan Launching Inovasi Stunting dari Randa Ntovea, Pemda mengajak seluruh stakeholder untuk bersama menekan angka stunting dan gizi buruk.

Ketua panitia Pelaksana Jefri A. Ficher melaporkan, bidang sumber daya kesehatan Dinas kesehatan Parimo menggelar sosialisasi serta edukasi dari Ketahanan Pangan sekaligus Launching Inovasi Stunting yang ditandai dengan meminum Tablet Obat FE dari Apoteker yang dilakukan oleh 10 siswa pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Tujuan dilaksanakanya kegiatan ini selain meningkatkan penyebaran komunikasi informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai makanan aman bermutu dan bermanfaat, juga meningkatkan peran semua pihak dalam mensukseskan Program Nasional pemerintah pusat yaitu menekan jumlah angka Stunting dikabupaten Parigi Moutong”, ucapnya.

“Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini sebanyak 135 orang yang berasal dari 3 kecamatan, 11 Kelurahan dan Desa”, tutupnya.

Senada, Wakil Bupati Badrun Nggai, SE, sangat mengapresiasi dilaksanakannya Sosialisasi Komunikasi, Informasi serta edukasi keamanan pangan sekaligus kegiatan Launching inovasi stunting dari Randa Ntovea.

“Edukasi Keamanan pangan dimasyarakat Parimo sangat penting untuk diketahui mengingat Parimo saat ini masi gencar melakukan sosialisasi terkait pencegahan Stunting, tentunya pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat juga berpengaruh dengan pertumbuhan Khususnya kesehatan Ibu hamil dan bayinya”, ucapnya.

“Semua pihak baik dipemerintah daerah maupun masyarakat bertanggung jawab dalam mencegah stunting dan juga menekan angka stunting yang saat ini kabupaten Parigi Moutong masi diangka 26%.”, jelasnya. Selain itu,

Wabup juga menyampaikan soal Stunting di Parimo harus mendukung program Nasional dari Pemerintah pusat dan berharap Parimo bisa meraih penghargaan.

“Tidak ada lagi anak yg kekurangan gizi, dan berharap di tahun depan tidak ada lagi stunting di Parimo. Susinya adalah tim penggerak PKK Kecamatan dan desa serta Ibu rumah tangga juga sangat berperan penting mencegah sedini mungkin penyakit stunting dengan cara pemeriksaan dari awal kehamilan sampai pada ibu melahirkan”, tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Kesehatan Elen Ludia Nelwan, S. Sos, M. Kes, Pengurus cabang (PC) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kab. Parimo, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) prov. Sulteng, PKK kecamatan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *