Buol  

Menakar Figur Calon Ketum Pengurus Besar IKIB Jelang Mubes V 19 April 2025

Oleh ; Samerdan Munggeli, S.Ag MH.

Perjalanan organisasi Ikatan Keluarga Indonesia Buol (IKIB), dari periode ke periodesasi sudah cukup teruji dan terbukti sangat dinamis melalui per pergantian pengurus khususnya yg terpilih menjadi Ketua Umum IKIB. Dan disadari, dalam perjalananya masih banyak ketimpangan yang penting untuk di benahi.

Menyusul berbicara soal legalitas formal, itu adalah hal yang sangat mendasar dan penting untuk ditindaklanjuti. Karena hal adalah tuntutan sebuah Organisasi resmi yang mendapat pengakuan Negara. Dan tuntutan itu tentunya mengundang perhatian peserta Mubes V kali ini.

Karena dengan tuntutan itu, pada dasarnya suka tidak suka Organisasi IKIB harus berganti nama. Proses pergantian nama itu tentu subtansi tujuanya agar memperoleh kekuatan yuridis formal dari kemenkumham RI.

Dan tentunya proses pertimbangan pergantian nama tersebut, semuanya kita serahkan kepada peserta Mubes, apakah disepakati atau bagaimana. Dan sekedar tawaran, jika disepakati pergantian nama IKIB itu maka ada ada 2 nama lain yang mungkin dinilai tepat, yakni PERKUMPULAN KELUARGA INDONESIA BUOL (PKIB) atau KERUKUNAN KELUARGA INDONESIA BUOL ( KKIB ).

Dan disadari, lahirnya Organisasi IKIB ini adalah tuntutan dan desakan warga Buol untuk menjawab ketertinggalan Daerah Buol pada saat itu di bandingkan dengan Tolitoli sebagai Pusat Pemerintahan yang begitu maju.

Sehingga dengan melihat kondisi perkembangan zaman maka saat itu dilakukanlah pertemuan dan musyawarah warga Buol dengan melibatkan sejumlah tokoh masyarakat.

Dan petemuan yang dilakukan itu tidak terlepas dari landasan budaya dan kultur Buol dan kepentingan politik untuk proses pemekaran Kabupaten Buol.

Selanjutnya menelisik background pendirian Organisasi IKIB tentunya tidak bisa di pungkiri syarat tendensi politik.

Olehnya kita tidak boleh alergi dengan Isyu politik, karena setiap organisasi didirikan pasti ada alasan dan tujuan.

Makanya karena organisasi IKIB ini lahir dari kultur, sosial dan politik maka perannya kedepan lebih terelaborasi dgn kepentingan organisasi yg bersinergis dengan Pemda Buol.

Selanjutnya tentunya kita berharap agar peran organisasi IKIB kedepan lebih mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat Buol tanpa memandang suku, ras dan keyakinan agama.

Karena Kepemimpinan kedepan butuh dinamika terutama rekrutmen pengurus agar organisasi IKIB benar benar menjadi wadah dan milik warga Buol keseluruhan tanpa terkecuali mereka yang ada dirantau

Contohnya saudara kita Ferdinand Ibrahim adalah salah satu sosok yang selama ini aktif di organisasi IKIB mewakili komunitas Kristiani.

Hal ini penting untuk menjadi kontribusi dalam sebuah dinamika organisasi.

Selain itu masih ada juga saudara kita yang lain di Kota Palu yang notabene pengusaha keturunan asal Buol

Dan dalam pelaksanaan TAWAB dan kegiatan MUBES IKIB V yang akan di gelar besok tgl 19 April 2025 di kota Palu, pengusaha keturunan itu dapat dirangkul untuk bisa ikut serta mengikuti kegiatan tersebut.

Selanjutnya menggaris bawahi tentang siapa sosok pemimpin IKIB ke depan, tentunya kita perlu membutuhkan sosok figur pemimpin yang energik dan humanis, baik sosok usia muda maupun tua.

Dan prinsipnya kita tidak boleh menutup kran demokrasi kepada yang sosok yang muda asalkan memiliki komitmen kuat untuk memajukan organisasi. (**)

Penulis adalah tokoh muda Buol, Aktivis dan pegiat media sosial keamanan, figur yang menyayangi dan mencintai IKIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *