Bencana Longsor Tanah Gunung Desa Pokobo di Buol, Pemda Diminta Hadir Mengatasinya

Foto : Kepala Desa Tayadun Mardin A. Baharu S.Sos.

Penulis Suleman Latantu

Harian Sulawesi | Buol – Fenomena alam kembali terjadi di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa wilayah Pokobo Kecamatan Bunobogu.

Dimana sebuah gunung dengan sebutan Gunung Pokobo, secara tiba-tiba longsor dan berdampak terjadinya bencana alam yang mengancam wilayah pemukiman warga desa Pokobo Kecamatan Bunobogu dan Desa Tayadun Kecamatan Bokat.

Sejumlah warga menuturkan, longsoran tanah gunung tersebut secara berangsur masih terus terjadi hingga saat ini. Dan akibat dari longsoran tanah itu, puluhan hektar lahan perkebunan warga yang sudah ditanami sudah tertutupi dengan tanah termasuk diantaranya pohon kelapa yang sudah produksi secara tiba tiba tumbang dengan sendirinya.

Tampak aliran sungai antara Desa Pokobo dan Desa Tayadun, nyaris Tertimbun longsoran

” Peristiwa ini sudah hampir sebulan terhitung sejak awal bulan ramadhan 1446 Hijriah. Dan umumnya warga belum mengetahui pasti penyebab terjadinya longsoran tanah gunung itu. Hanya saja fakta terjadi yang kami liat dilokasi adalah munculnya semburan air dari dalam tanah dan bercampur kerikil warna hitam” ucap sejumlah warga kepada media ini

Sementara hasil pantauan media ini menyebutkan, longsoran sepanjang hamparan gunung Pokobo masih terus bereaksi dan butuh perhatian dan penanganan serius dari pemerintah karena kondisinya saat ini makin bertambah parah.

Ironisnya, selain sudah berakibat terhadap perkebunan warga sekitar, juga longsoran tanah itu nyaris menutupi aliran sungai antara Desa Pokobo dan Desa Tayadun. Jika aliran sungai saat ini akan tertutupi dengan longsoran tanah, sudah pasti air sungai akan meluap dan mengancam pemukiman warga di dua itu termasuk areal persawahan milik warga Desa Pokobo yang luasanya hampir puluhan hektar.

Sementara Kepala Desa Tayadun Kecamatan Bokat Mardin A. Baharu S.Sos kepada media ini membenarkan adanya peristiwa fenomena alam yang terjadi.

Menurutnya peristiwa ini muncul sejak bulan ramadhan tahun ini. Dan akibat peristiwa itu kerugian yang dialami masyarakat sudah cukup besar karena lahan perkebunan mereka sudah menjadi korban dari longsoran tanah tersebut.

“Dan lahan perkebunan mereka itu umumnya sudah ditanami tanaman pertanian serta pohon kelapa yang sudah berproduksi” jelasnya.

Sehingga dengan peristiwa itu, pihaknya bersama masyarakat pada umumnya berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasinya sebelum terjadi dampak negatif yang lebih besar, tandas Mardin.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *