Foto : Kepala Dinas PUPR Buol Frieza Agusfard ST (bawah) / F-Ist
Harian Sulawesi| Buol – Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas PUPR tetap menindaklanjuti kelanjutan program kegiatan pembangunan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Buol yang mangkrak setelah pembangunan tahap pertama tahun 2019 silam.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buol Frieza Agusfard, ST mengatakan, terkait mangkraknya Rujab Bupati itu, pihaknya tetap berkomitmen untuk memprogramkan rencana lanjutan pembangunannya sesuai kemampuan keuangan daerah.
Sesuai estimasi perhitungan sementara, untuk alokasi pembiayaan lanjutan pembangunan Rujab Bupati tersebut, masih dibutuhkan nilai pagu anggaran sekitar Rp 7 Milyar.
“Jadi, secara tehnis, perhitungan sementara yang kami lakukan lanjutan pembangunannya masih butuh anggaran sekitar Rp 7 Milyar” jelasnya.
Dengan nilai pagu tersebut menurutnya diharapkan pembangunan fisiknya bisa rampung selesai 100 persen termasuk interior di bagian dalamnya serta perlengkapan lainnya, kata Frieza kepada media ini diruang kerjanya Jumat, (15/12-2023).
Namun rencana program lanjutan pembangunan Rujab Bupati tersebut, belum dapat direalisasikan tahun 2024 mengingat kondisi keuangan daerah yang masih terbatas.
“Tapi Insyaallah tahun 2025 sudah bisa direalisasikan sesuai rencana program tahun ini” ucapnya.
Seperti dikutip dari media online Kabar68, sejak dimulai pada tahun 2019 proyek pembangunan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Buol hingga kini, Senin (20/112023) kondisinya memprihatinkan diakibatkan proses pembangunannya terbengkalai alias mangkrak.
Proyek pembangunan Rujab Bupati Buol merupakan inisiatif yang diprakarsai oleh Pemkab Buol dan dimulai pekerjaannya sejak tahun 2019 dengan menelan anggaran APBD senilai Rp 4,9 miliar.
Melalui Dinas PUPR Pemkab Buol pada Februari 2022, sempat memberikan konfirmasi terkait hal tersebut disejumlah media. Berhentinya pekerjaan proyek itu karena adanya kebijakan recofushing anggaran dampak Covid-19 Tahun 2020 hingga 2021.
Ironisnya, hingga akan berakhir tahun 2023, proyek yang dikerjakan oleh PT JPM itu meski telah melewati beberapa tahap, keadaan pembangunan belum menunjukkan tanda-tanda progres yang signifikan dalam kurun empat tahun terakhir.
Pantauan wartawan media ini di lokasi proyek pembangunan Rujab Bupati Buol berlokasi di bukit Kali, Kelurahan Leok 2, Kecamatan Biau itu kini kondisinya tidak terawat serta telah dikelilingi semak belukar.
Mangkraknya pekerjaan proyek pembangunan Rujab Bupati Buol mendapat sorotan publik, menyusul kondisi bangunan yang menggunakan uang rakyat dinilai mubazir karena terkesan ditelantarkan serta tanpa perawatan.
Sementara itu, sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak Pemkab Buol terkait mangkraknya pekerjaan pembangunan Rujab Bupati Buol. (**)
Wartawan @ Sultan













