BKKBN Sulteng Gelar Pelayanan KB Serentak di Kecamatan Kasimbar

Harian Sulawesi | Parimo – Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parimo di tunjuk BKKBN Sulawesi Tengah sebagai tempat gelar pelayanan KB serentak.

Hal ini bertujuan untuk menjaga jarak kehamilan dan menekan angka kelahiran dengan menggunakan beberapa metode, salah satunya Metode Operasi Pria (MOP).

Menurut Wakil Bupati Badrun Nggai saat membuka Kegiatan Pelayanan KB serentak di dusun Ranang, Kasimbar beberapa hari lalu menyatakan bahwa Kasimbar merupakan salah satu kecamatan dengan akseptor metode operasi pria terbanyak.

Badrun mengatakan, vasektomi atau metode operasi pria merupakan metode kontrasepsi pria yang efektif untuk mencegah kehamilan yang prosedurnya aman dilakukan dan tidak memerlukan waktu yang lama.

untuk mewujudkan satu keluarga yang sejahtera dan bahagia, selain peranan dari keluarga, peran serta dari penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB), juga ikut andil untuk menciptakan keluarga yang harmonis, kata Wabup.

“Para penyuluh lapangan keluarga berencana ini harus mampu memberikan pemahaman yang sebaik-baiknya kepada para peserta keluarga berencana, karena tanpa ada dukungan pemahaman kualitas yang dimiliki oleh petugas lapangan, akan membuat pembinaan dan penyuluhan yang mereka berikan itu tidak akan ada artinya” terang Badrun.

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh ketua tim kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Provinsi Sulawesi Tengah Andi Kameriah, mengatakan pelayanan KB serentak ini merupakan bagian dari momentum Hari Keluarga Nasional atau Harganas yang ke 30 tahun 2023,

BKKBN berinisiatif untuk melakukan pelayanan KB secara serentak sejuta Akseptor, dimana dalam satu hari pelaksanaan diseluruh Indonesia ditargetkan menggaet sebanyak 1 juta akseptor terlayani

Lebih lanjut terang Andi Kameriah, BKKBN berkewajiban mendukung visi misi dan prioritas pembangunan nasional yang tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2022 – 2024, dengan ukuran keberhasilan berupa sasaran strategis yang harus dicapai diantaranya adalah meningkatnya angka prevalensi pemakaian kontrasepsi Modern sebesar 62,92 persen pada tahun 2023.(**)

Sumber : Prokopim Pemda Parimo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *