MOUTONG, Sulawesi Tengah – Seorang penambang emas manual dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah di lokasi tambang Tagena, Moutong Timur, Desa Salepae, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu malam pukul 01.00 Wita, Minggu (19/4/2026).
Korban diketahui bernama Isran alias Isi (50), warga Desa Lobu, Kecamatan Moutong. Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya melakukan aktivitas penambangan secara manual di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama rekannya sejak pagi hari melakukan penggalian tanah untuk diambil materialnya. Aktivitas tersebut dilakukan tidak jauh dari area PT Kemilau Nusantara Katulistiwa (KNK).
Kapolres Parigi Motong AKBP Dr. Hendrawan A.N melalui Kapolsek Moutong AKP Felix Saudale saat dihubungi wartawan melalui nomor ponselnya membenarkan kejadian tersebut.
Mantan Kasat Reskrim ini menjelaskan, bahwa insiden terjadi pada malam hingga dini hari, sekitar pukul 01.00 Wita hingga 02.00 Wita, saat korban sedang mengambil material tanah untuk dimasukkan ke dalam karung.
“Korban tertimpa longsoran tanah saat sedang bekerja bersama temannya. Mereka mengambil material tanah lalu dimasukkan ke karung untuk diolah secara manual,” ujar Felix, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, lokasi kejadian berada di kawasan Tagena, Desa Salepae, yang selama ini memang dikenal sebagai area penambangan manual. Akses menuju lokasi tersebut melalui jalur menuju Mess KKN Tagena.
Felix menegaskan, dari hasil pengecekan di lokasi, tidak ditemukan penggunaan alat berat. Seluruh aktivitas penambangan dilakukan secara tradisional dengan cara menggali tanah, mengangkutnya ke sungai, lalu mendulang menggunakan air.
Dalam kejadian tersebut, hanya satu korban jiwa, sementara satu rekan korban berhasil selamat. Polisi telah meminta keterangan dari saksi yang selamat untuk mengetahui kronologi pasti kejadian.
Pihak kepolisian juga menyebut bahwa aktivitas penambangan manual di lokasi tersebut sudah berlangsung lama. Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut serta mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas penambangan.
Sementara, Anggota DPRD berasal dari Dapil IV Moutong bersaudara Arifin Dg Palalo ketika dihubungi melalui nomor pribadinya menjawab belum di dengarnya kejadian tersebut.
“Maaf peristiwa tersebut belum saya dengar, nanti saya tanyakan ke dapil kami lalu kami sampaikan kronologisnya” kata Arifin. (**)
Wartawan : Sumardin (Pde)













