Murid TK Indriya Luwuk Mual dan Muntah Diduga Usai Makan Semangka Busuk MBG

Ket: Sejumlah murid TK Indriya yang muntah usai makan semangka busuk MBG. (Foto:yunai)

Harian Sulawesi | Luwuk – Insiden kasus keracunan maupun makanan basi yang disalurkan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini terus bertambah.

Senin (19/1) pagi kemarin, seorang anak murid TK tiba-tiba merasa mual dan memuntahkan buah semangka yang dimakannya, setelah ia merasakan ada sesuatu yang bergerak didalam mulutnya.

Anak tersebut kemudian melaporkan hal tersebut kepada gurunya. Guru yang melihat buah semangka itu memang benar adanya, bahwa semangka dari MBG itu ada ulat dan tercium sudah asam.

Ket: Pihak dapur MBG meminta maaf atas kejadian tersebut dihadapan orang tua murid dan pihak sekolah. (Foto: yunai)

Sejumlah murid yang sudah terlanjur mengkonsumsi MBG di jam istirahat itu, seketika merasa mual dan muntah-muntah.

Orang tua murid yang panik, dengan gerakan cepat mengambil buah semangka yang diduga berulat dan melaporkan kejadian itu ke Kelurahan setempat juga Babinsa.

Laporan yang diterima oleh pihak terkait, bersama orang tua mendatangi dapur MBG yang menangani penyaluran MBG di TK Indriya yang berada di komplek Bintaro kilometer dua, Kecamatan Luwuk.

Salah satu Guru TK Indriya mengatakan, pihak dapur MBG dalam hal ini Kepala Gizi dapur MBG Bintaro langsung mendatangi sekolahnya, yang dihadiri Babinsa juga sejumlah orang murid, meminta maaf atas kejadian tersebut dan akan melakukan perbaikan kembali dalam pelayanan menu MBG.

“Sebelumnya juga pernah menu MBGnya ada buah anggur yang sudah busuk dan berair, akan tetapi saat itu kami (Guru) langsung menginstruksikan kepada murid untuk tidak memakannya,” terangnya.

Kami pikir lanjutnya, mungkin itu adalah kelalaian pihak dapur MBG dalam penyajian menunya. Akan tetapi kali ini, kejadian yang sama terulang lagi kami tidak toleransi dan langsung mengambil tindakan untuk melaporkannya ke Babinsa dan Kelurahan setempat untuk ditindaklanjuti.

“Kalau bisa jangan terulang lagi untuk kesekian kalinya, karena bahaya bagi kesehatan anak murid kami,” tandasnya. (Yunai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *