Kasus Eksploitasi Terhadap Anak Dibawah Umur Semakin Memprihatinkan…! Siapa Bertanggung Jawab?

Ket: Potret anak dibawah umur sedang berjualan kerupuk dan Ketua FLP Ardan

Harian Sulawesi | Tolitoli – Jika ditelisik kehidupan masyarakat disuatu tempat di Kabupaten Tolitoli ternyata masih banyak orang tua mengeksploitasi anak dengan cara memaksakan mereka mencari nafkah.

Hal semacam inilah sehingga potret orang tua yang ‘berani’ mengedukasi anaknya masih dibawah umur menjadi jembatan pencari nafkah dengan cara melakukan eksploitasi anaknya demi menyambung asap dapur walaupun hal tersebut sangat bertentangan dengan kehidupan anaknya sendiri.

Melihat fenomena seperti ini, Ketua forum Lintas Pemuda Tolitoli, Ardan angkat bicara terkait maraknya anak dibawah umur usia sekolah yang diduga dieksploitasi oleh orang tua mereka dengan cara memerintahkan anak mereka untuk mencari nafkah siang hari hingga malam dengan menjajakan keripik ditempat tempat umum, baik dirumah makan maupun rumah sakit.

Padahal pekerjaan seperti itu kata Ardan seharusnya dilakoni oleh orang tua untuk mencari nafkah keluarga, namun justru sepertinya terbalik, sehinggs anak usia sekolah ini terkesan dipaksakan untuk mencari nafkah.

Ardan katakan, potret kehidupan masyarakat seperti ini setidaknya menjadi catatan khusus bagi pemerintah daerah soal pengeksploitasi anak usia Sekolah yang dijadikan tamen mencukupi bahan dapur keluarga.

“Memang kejadian seperti ini sering terjadi di wilayah penghasil cengkeh yang dulunya dikenal sebagai daerah dolarnya Sulawesi Tengah, namun akibat ‘ganasnya’ kehidupan, dengan terpaksa sang anak seusia sekolah terpaksa jadi penyambung kehidupan keluarga walau belum waktunya untuk mencari nafkah sehingga kesannya seperti dipaksakan untuk mencari nafkah sampai malam hari apalagi ditempat tempat umum yang sangat rawan” kata Ketua FLP Tolitoli ini.

Ardan menilai, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak serta Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli sebagai institusi yang bertanggung jawab untuk melindungi anak.

Kedua OPD ini dinilai lalai dan terkesan hanya melakukan pembiaran, “bisa-bisanya anak tidak terllindungi dari eksploitasi oleh orang tua mereka sendiri. Apakah kedua Dinas tersebut tidak memiliki sistim pengawasan yang efektif?” tanya Ardan.

Ditambahkan Ardan, seharusnya orang tua yang mengeksploitasi anaknya sendiri ini bisa diberikan sanksi tegas karena anak berhak mendapatkan perlindungan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, dan tidak seharusnya anak dipaksakan bekerja serts kehilangan masa kecilnya, tambahnya.

Ardan sendiri meminta jika Kepala Dinas yang berkompoten tidak lagi mampu menyelesaikan perrsoalan ini sebaiknya mundur saja dari jabatannya, bukan hanya berdiam diri karena kasus ini sudah sangat lama terjadi di Tolitoli sehinga semakin hari semakin banyak anak usia sekolah terlihat berkeliaran dimana-mana, tegasnya. (**)

Wartawan : Mahdi Rumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *