SAUSU, Sulawesi Tengah – Sebagian petani di Wilayah Kecamatan Sausu saat ini merasa resah akibat stok BBM solar bersubsidi untuk mereka tidak terpenuhi akibat hadirnya para ‘cukong’ yang mengatasnamakan petani membeli solar bersubsidi namun solar tersebut beralih ketangan pihak pengusaha setempat.
Bahkan pihak ‘cukong’ inisial BY dan ML dengan leluasa membeli BBM bersubsidi itu membawa surat petani mengatasnamakan kelompok petani setempat menggunakan barkot, namun jatah tersebut diduga hanya diberikan kepada sekelompok petani yang dekat dengan para ‘cukong’ dimaksud.
Demikian laporan seorang petani yang tidak ingin namanya dikomersialkan kepada media ini, Senin (30/3/2026) terkait ‘lemahnya’ pengaturan cara pembelian BBM jenis solar bersubsidi yang menyebabkan sebagian kelompok petani tidak mendapatkan jatahnya.
Sementara, pihak ‘cukong’ bernama ML saat dihubungi media ini membantah jika dirinya disebut sebagai ‘cukong’ BBM solar bersubsidi di SPBU Sausu. Dirinya hanya sebagai penjaga antrian BBM solar milik petani, lalu diserahkan langsung kepada kelompok petani tersebut.
“Maaf saya hanya sebagai penjaga antrian solar bersubsidi milik petani yang diserahkan oleh tiga kelompok tani untuk membeli solar di SPBU Sausu. Intinya semua solar yang dibeli atas nama kelompok petani itu sudah diberikan. Kami tidak pernah memberikan solar itu kepihak pengusaha. Itu hanya laporan tidak benar. Bahkan petani merasa bersyukur sudah dibantu, ujarnya.
Demikian pula ada sebutan satu ‘cukong’ bernama BY itu juga tidak pernah melakukan hal yang merugikan kelompok petani soal pembelian jatah BBM solar petani. Itu semua dilaksanakan sesuai kesepakatan demi mempermudah kerjanya petani agar tidak terganggu dengan kegiatan mereka, jelas ML.
Senada, Dedy Riskyanto selaku Supervisor SPBU Sausu sebagai manajemen bawah yang bertugas mengawasi, membimbing, dan mengevaluasi kinerja staf operasional, serta menjembatani kebijakan manajemen dengan pelaksana di lapangan, menyebut bahwa kinerja di wilayah SPBU Sausu sudah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Kalau untuk jatah BBM bersubsidi kelompok tani di wilayah Sausu sudah dijamin tidak ada masalah, karena sistim penjualan kami menggunakan barkot dan tidak sembarang diberikan kepada mereka yang tidak memiliki data lengkap” sebut Didit panggilan akrabnya ini.
Dirinya sebagai Supervisor bertanggung jawab dan memastikan bahwa target tercapai, bagaimana mengelola produksi, dan memecahkan masalah harian apabila terjadi kendala di sistim penjualan BBM solar bersubsidi.
“Apabila terjadi kendala di kelompok petani itu diserahkan kepada orang kepercayaan dua kelompok tani karena mereka yang menyalurkan langsung kepihak petani sesuai jatahnya” ulas Didit.
Untuk penyaluran BBM solar bersubsidi kepada kelompok tani sambung Didit, diberi jadwal hari Senin, Selasa, Kamis dan hari Jumat khusus untuk pengisian Jergen serta mobil truk yang melintas diwilayah Sausu. Sedangkan jadwal pengisian umum untuk truk ekspedisi dan kendaraan lainnya yang menggunakan solar (bukan mobil mewah) pada hari Rabu dan hari Sabtu.
“Pengiriman solar ke SPBU Sausu jatah waktunya hari Senin hingga hari Sabtu kecuali hari Minggu. Setiap pengiriman dengan jatah Delapan (8) ton setiap harinya” pungkasnya.(**)
Penulis : Sumardin (Pde) / Wartawan : Risman













