Legislator Arifin Dg Palalo Sorot Bupati-Wabup Tak Hadir Saat Banjir, Minta Solusi Nyata untuk Warga Motong

Foto : Arifin Dg Palalo saat memberikan pernyataan di Paripurna, Selasa (f-Pde)

PARIGI MOUTONG Seorang anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong asal daerah pemilihan IV Arifin Dg Palalo, SAP menyoroti ketidakhadiran pimpinan daerah saat warga dilanda banjir di wilayah Kecamatan Moutong.

Arifin menilai seharusnya pimpinan daerah ketika mendengar derita warganya yang terdampak banjir harus sesegera turun langsung melihat kondisi masyarakat ketika terjadi keadaan darurat.

Dalam pernyataannya, politisi Gerindra ini mengaku tidak melihat kehadiran Bupati maupun Wakil Bupati saat banjir melanda permukiman warga.

“Kami tidak melihat Bupati maupun Wakil Bupati hadir di sana. Padahal saat kondisi darurat seperti itu, seharusnya mereka berada di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia bahkan menyindir, jika peristiwa seperti ini terjadi menjelang pemilu, para pejabat kemungkinan besar akan datang.

“Kalau sebelum pemilu mungkin mereka datang mencari suara, tetapi hari ini kami tidak melihat hal itu,” katanya dengan tegas dihadapan Paripurna yang di pimpin Ketua Dekab Drs Alfred MB Tonggiroh MSi, Selasa (10/03/2026).

Arifin tegaskan, atas kehadiran pimpinan daerah ketika musibah dihadapi rakyatnya, pimpinan daerah sangat penting untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus mencari solusi atas persoalan yang terus berulang setiap tahun.

Ia juga mengakui pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong memang telah menyalurkan bantuan berupa mi instan dan kebutuhan darurat lainnya. Namun, ia menilai bantuan tersebut belum juga bisa menyentuh akar persoalan.

“Setelah acara selesai, tidak ada solusi nyata yang kami lihat hari ini,” katanya.

Legislator itu menegaskan banjir di wilayah Motong bukan kejadian baru. Air kerap naik hingga masuk ke rumah warga dan membuat masyarakat tidak bisa beristirahat dengan nyaman di rumah mereka sendiri.

Arifin Dg Palalo meminta agar pemerintah daerah segera memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut. Selain itu, lumpur yang menumpuk di area persawahan juga harus segera dikeruk agar air tidak langsung meluap ke permukiman warga.

Apa lagi kata politisi Gerindra ini, bahwa kondisi sawah di Motong saat ini sudah cukup memprihatinkan karena sudah lama tertimbun lumpur. Akibatnya produktivitas pertanian oleh warga telah menurun drastis.

“Biasanya sawah satu hektar bisa menghasilkan 3 sampai 5 ton, tetapi di Motong sekarang hanya sekitar 1 ton,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah memperbesar saluran drainase yang saat ini hanya berdiameter sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Menurutnya, hujan beberapa jam saja sudah cukup membuat wilayah tersebut kebanjiran.

Jika tidak segera ditangani, ia khawatir banjir yang lebih besar akan merendam sejumlah wilayah seperti Motong Utara, Lobu, Motong Tengah, Desa Salepay hingga Motong Timur.

“Kami meminta pimpinan tertinggi di Kabupaten Parigi Moutong datang langsung melihat kondisi masyarakat agar solusi yang dijanjikan benar-benar bisa dieksekusi,” katanya.(**)

Wartawan : Sumardin (Pde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *