Peserta Lokakarya Datang Tidak Tepat Waktu, Wabup Abdul Sahid ‘Geram’

Harian Sulawesi | Parimo – Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sebagai peserta Lokakarya penyusun dokumen Rencana Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stanting (RP3S) tahun 2026 yang di gelar di Aula Bappelitbangda, Rabu (10/12/2025) jadi sorotan Wakil Bupati H. Abdul Sahid SPd saat membuka acara tersebut.

Pasalnya, saat undangan Lokakarya dilangsungkan pukul 08.30 Wita, ternyata pesertanya tidak datang tepat waktu, sehingga wajah Wakil Bupati ‘geram’ dan menyoroti keras ketidakdisiplinan peserta dalam kegiatan lokakarya dimaksud.

Buktinya, saat Wakil Bupati yang tiba di lokasi tepat pukul 08.30 Wita, sesuai jadwal yang telah ditetapkan, ternyata suasana ruang rapat Lokakarya masih banyak peserta belum berada di ruangan.

Kondisi inilah akhirnya memicu teguran langsung dari orang nomor dua di Kabupaten Parigi Moutong tersebut.

“Saya minta kita rubah kebiasaan yang tidak sesuai ketentuan. Saya mau marah bapak/ibu sudah orang tua. Saya tidak marah, bapak/ibu tidak komitmen dengan waktu,” tegas Abdul Sahid di hadapan peserta.

Ia menegaskan, komitmen terhadap waktu adalah bagian dari profesionalitas, terlebih kegiatan resmi pemerintah yang harus berjalan sesuai agenda.

Abdul Sahid juga menyoroti panitia penyelenggara yang tidak berada di tempat saat ia tiba.

“Setelah saya tiba di lokasi kegiatan, panitia atau tuan rumah belum ada. Yang ada hanya tamu dari jauh, Tomini dan Taopa,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan panitia mencerminkan keseriusan pelaksanaan kegiatan. Karena itu, ia meminta OPD maupun panitia penyelenggara untuk memastikan seluruh unsur hadir tepat waktu sebelum acara dimulai.

Abdul Sahid menekankan bahwa penerapan disiplin waktu tidak hanya berlaku pada kegiatan pemerintah daerah, namun juga harus diterapkan di unit kerja masing-masing agar pelayanan dan pekerjaan berjalan efektif.

“Kalau di jadwal pukul 08.30 Wita, maka harus tepat waktu dan sudah berada di ruangan kegiatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, agenda kepala daerah cukup padat sehingga ketidakteraturan waktu dapat mengganggu rangkaian kegiatan lain yang harus dihadiri.(**)

Editor : Sumardin (Pde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *