Harian Sulawesi | Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program Astacita Presiden dan Wakil Presiden bersama para kepala daerah se-Sulawesi Tengah yang digelar di Hotel Estrella, Luwuk Banggai.
Ia hadir bersama para Kepala OPD sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda prioritas nasional.
Rakor dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.

Gubernur menegaskan pentingnya sinkronisasi program daerah dengan kerangka pembangunan nasional berbasis Astacita.
“Penyusunan RPJMD 2025–2030 wajib mengacu pada delapan cita pembangunan nasional, serta bahwa dukungan anggaran pusat hanya akan diberikan kepada daerah yang konsisten menjalankan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden” ujar Gubernur.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Erwin Burase memanfaatkan forum itu untuk memaparkan berbagai capaian dan tantangan Parigi Moutong dalam pelaksanaan program Astacita nasional di hadapan Gubernur, Forkopimda Provinsi, serta seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah.
Ia menyoroti progres ketahanan pangan, penurunan angka kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi, penguatan layanan kesehatan dasar kesehatan dan pendidikan, serta kesiapan digitalisasi layanan publik.
Bupati juga mengungkap sejumlah tantangan seperti keterbatasan kapasitas produksi pangan lokal, kebutuhan peningkatan infrastruktur layanan, serta perlunya percepatan integrasi data daerah serta kebijakan ruang fiskal Daerah.
Di balik pemaparan tersebut, gaya kepemimpinan Erwin Burase menjadi Nafas baru bagi masyarakat Parigi Moutong, dimana dalam beberapa bulan terakhir, ia dikenal lugas dan cepat dalam mendorong perubahan birokrasi.
“Instruksi yang langsung pada sasaran, pengawasan yang ketat, serta orientasi kerja berbasis hasil membuat banyak program daerah bergerak lebih cepat dan responsif” terangnya.
Erwin menegaskan bahwa transformasi birokrasi bukan sekadar slogan, tetapi harus tampak dalam tindakan kongkrit, ketepatan waktu, dan kerja terukur.
“Kami ingin memastikan bahwa Parigi Moutong bergerak seirama dengan kebijakan Presiden dan Wakil Presiden. Untuk itu, birokrasi harus berubah lebih cepat, lebih responsif, dan berorientasi hasil. Setiap OPD saya minta menyesuaikan langkahnya dengan indikator Astacita dan bekerja secara konkret,” tegasnya.
Bupati memastikan Parigi Moutong akan mempercepat sinkronisasi program di berbagai sektor prioritas, termasuk ketahanan pangan, peningkatan SDM, pertumbuhan ekonomi, investasi, digitalisasi, dan layanan dasar pendidikan dan kesehatan.
“Selama kita berada dalam jalur Astacita, peluang dukungan program dan anggaran pusat akan semakin besar,” ujarnya.
Dengan langkah yang tegas dan terukur tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung implementasi Astacita Presiden dan Wakil Presiden, sekaligus memantapkan diri sebagai salah satu daerah yang progresif dalam mendukung pembangunan nasional.(**)
*Prokopim Setda Parigi Moutong*













