Parimo  

Launching Gerakan Pangan Murah Nasional Secara Daring, Kapolres Hendrawan ‘Salurkan’ 15 Ton Beras

Ket : Usai mengikuti Lounching Gerakan Pangan Murah secara Nasional, Kapolres berikan keterangan kepada media (f-Pde)

Harian Sulawesi | Parimo | Kapolres Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah AKBP Hendrawan A.N S.I.K., MH bersama jajaran Forkopimda, dan Pejabat Utama (PJU) Polres Parimo mengikuti kegiatan Launching Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan secara daring.

Kegiatan ini berlangsung di halaman parkir Polres Parimo pada Kamis (14/8/2025).

Kapolres AKBP Hendrawan A.N bersama jajaran didampingi Forkopimda saat mengikuti Lounching Gerakan Pangan Murah (f-Pde)

Kepada wartawan Kapolres Hendrawan mengatakan, Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Acara seremoni yang beragendakan peluncuran GPM ini dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dan diikuti oleh seluruh unsur pemerintah daerah, instansi terkait, serta perwakilan Bulog.

Hal ini juga berdasarkan komitmen Polri untuk mendukung penuh kelancaran distribusi pangan dan pengawasan harga di wilayahnya masing-masing dengan menempatkan di beberapa wilayah yang bukan kawasan persawahan.

“Polres menyalurkan 15 ton beras lokal jenis SPHP kepada warga yang wilayahnya bukan dikawasan pertanian, seperti wilayah Kecamatan Parigi Barat, Parigi Utara, Kecamatan Parigi, Kecamatan Parigi Tengah dipusatkan di Palres Parimo serta wilayah Kecamatan Ampibabo dan Kecamatan Tinombo berpusat di Polsek masing-masing” sebut Hendrawan.

Awalnya kata Kapolres, kegiatan Gerakan Pangan Murah ini sudah tersalur kepada masyarakat Kecamatan Parigi Utara pada Senin (11/8/2025) sebanyak 3 ton, sehingga diacara lounching nasional saat ini disiapkan 12 ton yang bekerja sama dengan pihak Bulog, ujarnya.

Kapolres berharap, kiranya gerakan pangan murah yang tersalur di wilayah yang kurang memiliki basis persawahan atau sebutan wilayah rawan pangan seharga Rp12 ribu/kg persak 5 kg ini bisa membantu warga setempat, tutupnya.(**)

 

Penulis: Sumardin (Pde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *