Bupati & Wabup didampingi Sekda saat rapat pembentukan Satgas Narkoba Tolitoli. (f-ist)
Harian Sulawesi | Tolitoli – Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya menyahuti keinginan pihak DPRD dalam hal pemberantasan narkoba di Wilayahnya yang masuk sebagai daerah darurat narkoba pasca ditangkapnya tiga orang pelaku sebagai kurir seberat 30 kg narkoba jenis shabu shabu di desa Kapas beberapa waktu lalu oleh tim Dirnarkoba Polda Sulteng.
Dari rangkaian peristiwa diatas, akhirnya Bupati H. Amran melakukan rapat pembentukan satgas pada hari Jumat 1 Agustus 2025 dengan melibatkan berbagai unsur terkait dan LSM serta sejumlah wartawan.
Bupati kembali mengatakan bahwa saat ini narkoba di Tolitoli sudah menjadi darurat yang setiap saat mengancam generasi muda, namun bukan hanya di area perkotaan tapi narkoba ini sudah masuk di pelosok-pelosok desa bahkan telah masuk di wilayah pendidikan, katanya.
Menurutnya, Satgas narkoba ini dibentuk setelah mendapat masukan dan warning dari pihak DPRD melalui penyampaian yang begitu tegas sehingga mau tidak mau satgas narkoba ini harus terbentuk.
“Pembentukannya bukan untuk berbenturan dengan aparat penegak hukum lainnya. Kita akan berkolaborasi untuk menyelamatkan generasi muda Tolitoli dari narkoba yang semakin hari semakin marak” terang Bupati H Amran H Yahya yang memimpin rapat pembentukan satgas narkoba di Kota cengkeh.
Bupati sebut bahwa para penjual narkoba sepertinya sudah tidak memiliki rasa takut lagi untuk menjual narkoba, sehingga narkoba lebih mudah didapatkan dari pada kacang goreng, sedangkan masalah narkoba itu harus secara bersama untuk diperangi peredarannya, tegas orang nomor satu di Tolitoli ini. (**)
Wartawan : Mahdi Rumi













